Karbohidrat Lebih, Bahayakan Jantung

Selama ini, lemak menjadi momok penyebab berbagai penyakit didalam masyarakat. Tapi ternyata asupan karbohidrat berlebihan juga tak kalah berbahaya bagi kondisi jantung.

Hal itu berdasar penelitian terbaru yang menyatakan bahwa konsumsi makanan kaya karbohidrat berpotensi meningkatkan kadar gula. Efeknya mempengaruhi fungsi aliran darah sekaligus mengakibatkan risiko penyakit jantung semakin besar.

Diantara sekian banyak makanan yang mengandung karbohidrat, makanan yang harus dikurangi adalah jagung dan roti tawar. Penelitian yang dilansir Health Day dalam pertemuan tahunan Komunitas Pakar Endokrin di Washington, AS pekan lalu itu juga menyebutkan bahwa orang-orang yang mengurangi pasokan karbohidrat dalam tubuh akam mengalami gangguan pencernaan seperti kembung.

Penelitian yang berlangsung di Pusat Penelitian Chaim Cheba itu mengevaluasi 56 laki-laki dan perempuan sehat, tapi mengalami obesitas. Rentang usia mereka 50-65 tahun. Kemudian, responden dibagi menjadi dua golongan yang kemudian diberi jenis sarapan berbeda. Partisipan golongan pertama diberi kandungan glukosa, jagung, serta sereal yang kaya akan serat dan air.
Partisipan yang kedua diberi makan dengan nilai karbohidrat lebih kecil dari kelompok pertama. Misal, gandum, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan.

Secara garis besar, penelitian menyimpulkan makanan tinggi karbohidrat rentan merusak fungsi endothelial. Peneliti kardiologi Dr. Michael Shechter mengatakan, berdasar studi tersebut diketahui bahwa masyrakat yang mengkonsumsi makanan rendah kandungan karbohidrat memiliki catatan kesehatan lebih baik. Mereka berpotensi kecil terkena penyakit jantung.

Sebaliknya, yang mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat berpotensi mengalami kerusakan fungsi endothelial yang bisa memicu penyakit jantung.

Pesan utama yang harus diperhatikan adalah catatan kandungan karbohidrat tinggi dalam darah akan berbahaya sejak fungsi utama endothelium berkurang. Risiko tersebut berbuah risiko lain memicu penyakit jantung.